Daftar Hotel - Pencoretan Nicolas Anelka dari skuad Prancis berbuntut panjang. Pemain yang merasa bersimpati kepada penyerang Chelsea itu melakukan aksi boikot latihan pada sesi Minggu siang (20/6). Kapten Patrice Evra pun harus bersitegang dengan pelatih fisik Robert Duverne yang memaksa agar latihan tetap dijalankan. Adu mulut baru reda setelah pelatih Raymond Domenech mendamaikan mereka.
Hotel di Hong Kong - Seperti diberitakan, Anelka dipecat dari timnas Prancis lantaran memaki Domenech saat ditarik keluar dalam pertandingan melawan Meksiko, Jumat lalu (8/6). Meski mengakui tindakan Anelka salah, Evra dkk beranggapan bahwa keputusan mencoret dia berlebihan. Apalagi, tenaganya masih dibutuhkan dalam laga pemungkas melawan Afsel. Atas dasar itulah, mereka memutuskan untuk mogok latihan.
Ternyata, hal itu memantik kekesalan direktur tim Jean-Louis Valentin. Pria yang juga menjabat sebagai Managing Director FFF (federasi sepak bola Prancis) tersebut bahkan mengancam bakal mengundurkan diri dari tim.
"Pemain tidak mau latihan, ini skandal besar," ungkapnya kesal, seperti dikutip Reuters. "Ini skandal buat publik Prancis, buat generasi muda yang mengharap contoh bagus dari pemain timnas senior, buat fans yang datang ke sini untuk melihat mereka latihan. Saya mundur saja dari tim. Saya mundur dari FFF. Tidak ada yang bisa saya lakukan di sini. Saya mau pulang ke Paris," tandasnya.
Panasnya kondisi internal ini sudah pasti mengganggu persiapan Prancis menghadapi Afsel. Menyadari hal itu, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pun harus turun tangan. Dia meminta Menteri Olahraga Roselyn Bachelot untuk membantu mendinginkan suasana.
Bachelot pun mengatur pertemuan dengan Evra, Domenech, dan Presiden FFF Jean Pierre Escalettes tadi malam. Sayang, hasil pertemuan itu belum dipublikasikan. "Yang jelas, Presiden hanya ingin saya tinggal di Afsel dan membantu menyelesaikan masalah," ungkap Bachelot dalam wawancara dengan televisi TFI.
"Masalah ini sangat berkaitan dengan martabat dan kehormatan bangsa Prancis. Saya hanya meminta semua pihak untuk bertanggung jawab atas segala yang telah terjadi," lanjutnya.
Wanita berusia 65 tahun itu memastikan bahwa ada pihak yang bakal dijatuhi sanksi atas kekacauan ini. Namun, dia tidak menjelaskan siapa yang bakal kena sanksi. "Belum waktunya bicara soal sanksi. Tapi memang pasti akan ada yang menanggung konsekuensi. Dalam waktu dekat akan saya buka ke publik," janji politisi Partai UMP itu.
Hotel di Hong Kong - Seperti diberitakan, Anelka dipecat dari timnas Prancis lantaran memaki Domenech saat ditarik keluar dalam pertandingan melawan Meksiko, Jumat lalu (8/6). Meski mengakui tindakan Anelka salah, Evra dkk beranggapan bahwa keputusan mencoret dia berlebihan. Apalagi, tenaganya masih dibutuhkan dalam laga pemungkas melawan Afsel. Atas dasar itulah, mereka memutuskan untuk mogok latihan.
Ternyata, hal itu memantik kekesalan direktur tim Jean-Louis Valentin. Pria yang juga menjabat sebagai Managing Director FFF (federasi sepak bola Prancis) tersebut bahkan mengancam bakal mengundurkan diri dari tim.
"Pemain tidak mau latihan, ini skandal besar," ungkapnya kesal, seperti dikutip Reuters. "Ini skandal buat publik Prancis, buat generasi muda yang mengharap contoh bagus dari pemain timnas senior, buat fans yang datang ke sini untuk melihat mereka latihan. Saya mundur saja dari tim. Saya mundur dari FFF. Tidak ada yang bisa saya lakukan di sini. Saya mau pulang ke Paris," tandasnya.
Panasnya kondisi internal ini sudah pasti mengganggu persiapan Prancis menghadapi Afsel. Menyadari hal itu, Presiden Prancis Nicolas Sarkozy pun harus turun tangan. Dia meminta Menteri Olahraga Roselyn Bachelot untuk membantu mendinginkan suasana.
Bachelot pun mengatur pertemuan dengan Evra, Domenech, dan Presiden FFF Jean Pierre Escalettes tadi malam. Sayang, hasil pertemuan itu belum dipublikasikan. "Yang jelas, Presiden hanya ingin saya tinggal di Afsel dan membantu menyelesaikan masalah," ungkap Bachelot dalam wawancara dengan televisi TFI.
"Masalah ini sangat berkaitan dengan martabat dan kehormatan bangsa Prancis. Saya hanya meminta semua pihak untuk bertanggung jawab atas segala yang telah terjadi," lanjutnya.
Wanita berusia 65 tahun itu memastikan bahwa ada pihak yang bakal dijatuhi sanksi atas kekacauan ini. Namun, dia tidak menjelaskan siapa yang bakal kena sanksi. "Belum waktunya bicara soal sanksi. Tapi memang pasti akan ada yang menanggung konsekuensi. Dalam waktu dekat akan saya buka ke publik," janji politisi Partai UMP itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar